pendidikan keluarga - Mendesain Strategi Profesi yang Tepat Untuk Anak

Strategi Tepat Untuk Mendesain Profesi Bagi Anak

Kesuksesan anak merupakan kesuksesan orang tua. Orang tua merasa sukses jika dapat membawa anak mereka menuju kesuksesan. Dan kegagalan anak juga merupakan kegagalan orang tua. Gagal dalam mengantar anak mereka untuk sukses. Tugas dan tanggung jawab orang tua telah selesai ketika anak berada pada puncak kesuksesan. Motivasi dari orang tua sangat penting ketika anak berusaha meraih sukses. Terkadang, ukuran kesuksesan anak dengan orang tua sedikit berbeda. Apa yang anak senangi belum tentu dianggap menjadi kesuksesan bagi orang tua.

Pendidikan berperan penting saat menentukan kesuksesan anak. Orang tua akan berusaha keras agar anak mendapat pendidikan yang baik. Pendidikan dapat menuntun anak kepada profesi yang mereka kehendaki. Sayangnya di Indonesia, pendidikan yang menuju profesi terbaik bagi orang tua ialah yang berhubungan dengan eksak. Padahal tidak semua anak menguasai eksak.

Profesi terbaik yang membawa anak menuju sukses ialah profesi yang ia kehendaki secara pribadi. Bukan paksaan dari orang tua atau pihak manapun. Ketika anak dipaksa melakukan sesuatu yang bukan kehendaknya, hasilnya tidak akan maksimal. Lalu bagaimana cara mengenal keinginan profesi anak?

Pertama, amati nilai anak di sekolah. Kecerdasan anak tidak diukur dari bagus atau tidaknya nilai matematika. Jika nilai matematika anak merah, amati keunggulannya di pelajaran lain. Sebaliknya, ketika nilai matematika anak meraih tingkat tertinggi, amati pelajaran yang tidak disukainya. Hal ini sangat mungkin terjadi karena otak manusia terbagi menjadi otak kanan dan otak kiri. Salah satu dari kedua bagian otak, kanan atau kiri, pasti akan mendominasi. Ketika anak didominasi otak kiri, ia mampu mengolah data berupa angka dan kata-kata. Jika anak didominasi otak kanan, ia mampu mengolah data dalam bentuk gambar yang kratif.

Kedua, tanyakan hobi anak. Hobi memang tidak langsung menentukan profesi apa yang sesuai bagi anak. Namun hobi dapat membantu mengarahkan anak menemukan minatnya. Hobi dapat terbagi menjadi beberapa bidang, seperti olahraga, seni, musik, menulis dan membaca, penggemar hewan atau tumbuhan, dll. Ketika anak hobi melukis, berarti anak didominasi oleh otak kanan. Arahkan anak untuk memilih profesi yang lebih banyak menggunakan otak kanan. Seperti menjadi pelukis, tim kreatif, animator, dll. Jika anak hobi membaca buku atau menulis jurnal, berarti anak didominasi oleh otak kiri. Arahkan anak untuk memilih profesi yang banyak menggunakan otak kiri. Seperti menjadi jurnalis, penulis, akuntan, dll.

Ketiga, hargai minat dan kehendaknya. Kebanyakan orang tua menuntut keinginan pribadinya daripada keinginan anak. Orang tua menganggap pekerjaan paling baik adalah dokter atau insinyur. Orang tua mengukur kecerdasan anak berdasarkan pelajaran eksak. Orang tua harus menyadari bahwa tidak hanya profesi yang berhubungan dengan eksak yang akan menjadikan anak sukses. Anak sukses jika ia mampu mengembangkan minat dan bakat yang ada dalam dirinya. Dalam hal ini, orang tua harus mendukung apapun kehendak anaknya. Misalnya, jika anak lebih mengarah ke bidang seni, dukung anak dalam mengembangkan bakat seninya. Ketika ia gemar bermain musik, dukung kegiatannya di dunia musik. Dengan dukungan orang tua, anak menjadi percaya diri dan menggali potensi dirinya dengan maksimal.

Memang tidak semua keinginan orang tua dapat tercapai melalui anak. Anak berhak diberi kebebasan untuk memilih profesi yang diingininya. Lebih baik anak sukses dalam jalannya sendiri daripada sukses dalam genggaman orang tua.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Aug 03, 2017

No Comments

Leave a Reply