liburan keluarga - Mengintip Keindahan Pulau Sejuta Mimpi, Negeri Laskar Pelangi

Mengintip Keindahan Pulau Sejuta Mimpi, Negeri Laskar Pelangi

Travelling merupakan salah satu kegiatan wajib ketika menjelang musim liburan. Liburan musim panas adalah saat yang tepat untuk melakukan travelling ke pulau untuk menikmati keindahan pantai. Pulau Bali atau dikenal dengan Pulau Dewata menjadi destinasi utama para traveller yang ingin menikmati hangatnya matahari terbenam. Keindahan Bali bukan hanya menarik warga Indonesia sendiri, tetapi juga menarik perhatian turis luar negeri yang ingin menjelajahi Pulau Dewata tersebut. Ternyata, bukan hanya Bali yang dapat memberikan indahnya pemandangan pantai. Hampir seluruh pulau di Indonesia mampu menyajikan indahnya pesisir pantai. Seperti Nias, Batam, Lombok, Nusa Tenggara Timur, Bunaken, Raja Ampat, dan Bangka Belitung.

Provinsi Bangka Belitung terdiri dari dua kepulauan, Bangka dan Belitung. Provinsi ini dikelilingi dengan ratusan pulau yang berpenghuni maupun tidak. Bangka Belitung, pulau dengan sejuta cerita dan keindahan. Awalnya tidak banyak orang yang mengetahui Pulau Belitung di Bangka Belitung. Setelah muncul film Laskar Pelangi yang menonjolkan keindahan Belitung sebagai setting utamanya, kini banyak peminat yang ingin berkunjung ke negeri Laskar Pelangi. Mira Lesmana, produser Laskar Pelangi, mampu membuat setting lokasi yang menarik perhatian penonton. Tumpukan batu granit yang besar, jernihnya laut yang biru, hamparan pasir yang putih, dan hangatnya langit biru yang membentang.

Pada tahun 1980-an, warga Bangka dan Belitung menggantungkan hidup mereka pada pertambangan timah yang dieksploitasi oleh perusahaan timah. Bangka Belitung kaya akan sumber daya alam yang menghasilkan timah. Mereka tidak lagi bertani atau berkebun. Sebagian besar penghasilan yang mereka dapat, bahkan seluruhnya, berasal dari pertambangan tersebut karena pada saat itu harga timah melambung tinggi. Tetapi sayangnya, warga Belitung sendiri tidak dapat menikmati hasil kekayaan tanah mereka sendiri karena dikuasai oleh pertambangan yang berebut memeras Belitung. Pada suatu ketika, harga timah jatuh di Eropa dan perusahaan timah bangkrut, banyak orang yang mengalami PHK. Waktu itu merupakan saat-saat tersulit bagi warga Bangka dan Belitung, mereka mengalami depresi yang luar baisa. Bayangkan saja harga timah yang tadinya tinggi kemudian menjadi sangat murah dan mulai ditinggalkan. Hal inilah yang diceritakan oleh Andrea Hirata dalam novel Laskar Pelangi.

Namun disaat kesulitan melanda, dimana penghasilan berkurang drastis, Andrea Hirata tetap memiliki mimpi yang tinggi. Ia ingin tetap mengejar cita-cita dan melanjutkan pendidikan. Ia tidak peduli dengan kesulitan yang sedang melanda, dan bahkan ingin menunjukkan pendidikan tidak terhenti hanya dengan adanya musibah. Saat teman-teman sabayanya memutuskan berhenti sekolah, ia memiliki semangat untuk berjuang meraih mimpinya. Ia tetap bersekolah di sebuah bangunan reyot, Laskar Pelangi. Bangunan ini menjadi saksi sejarah pentingnya pendidikan bagi Andrea Hirata. Kini, bangunan sekolah tersebut sudah tidak ada lagi. Hanya tersisa bangunan replika yang dibuat crew film Laskar Pelangi untuk keperluan syuting.

wisata anak - Mengintip Keindahan Pulau Negeri Laskar Pelangi

Andrea Hirata dalam tulisannya ingin menginspirasi anak-anak bahwa pendidikan harus tetap berjalan sekalipun mengalami kesulitan. Film Laskar Pelangi yang dikemas dengan bahasa dan tampilan yang menarik ingin memberi motivasi kepada anak-anak bangsa sebagai generasi penerus. Bukan hanya dalam hal pendidikan, tapi juga dalam segala hal. Cerita ini yang kemudian berhasil mengangkat reputasi Bangka Belitung di dunia wisata Indonesia.

Sayangnya, meski cerita Andrea Hirata begitu menarik dan menginspirasi orang banyak, kini hanya tinggal cerita. Kesuksesan cerita yang mengharukan tersebut memang mampu mengenalkan Bangka Belitung kepada dunia, namun kini hanya dianggap seperti sejarah kuno. Orang Indonesia sendiripun menjadikan berwisata hanya sekedar wisata tanpa ada nilai edukasi. Ironinya, bangunan reyot yang merupakan replika sekolah Laskar Pelangi hanya menjadi objek wisata tanpa memberikan detail cerita. Padahal banyak pelajaran yang didapat dengan berkunjung ke Pulau Belitung. Salah satunya ialah Museum Kata yang didirikan oleh Andrea Hirata sepulang ia melanjutkan pendidikan di Eropa. Museum Kata diklaim sebagai museum literatur pertama di Indonesia. Selain itu juga terdapat danau di Open Pit, sebuah danau yang terbentuk bekas galian timah pada jaman Belanda. Danau ini jarang menjadi destinasi wisata edukasi, padahal keindahan alam yang ditampilkan sungguh menakjubkan. Open Pit juga menjadi saksi bisu betapa kayanya Pulau Belitung yang dulu dieksploitasi habis-habisan oleh perusahaan timah.

Belum ada wisatawan yang mengenang cerita dan kenangan Pulau Belitung dengan sejarahnya. Seperti detail awal mula Bangka Belitung terbentuk, ketika Belanda tidak jadi menukar Bangka Belitung dengan Inggris yang memegang Singapur. Kini Pulau Belitung seperti pulau dengan sejuta mimpi dan Laskar Pelangi sebagai tonggak utamanya.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Aug 22, 2017

No Comments

Leave a Reply