edukasi anak - Pentingnya Mengajarkan Disiplin Waktu Kepada Anak

Mengapa Perlu Mengajarkan Anak Disiplin Waktu Untuk Masa Depan Anak yang Lebih Baik

Kasih sayang orangtua kepada anak terkadang membuat orangtua seakan dibutakan. Orangtua tak lagi dapat membedakan mana kasih sayang untuk kebaikan anak, mana kasih sayang yang hanya sekedar memanjakan anak.

Karakter anak dibentuk menurut pengajaran orangtua kepada mereka. Anak yang terlalu sering dimanjakan orangtua mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak bertanggungjawab dan cenderung mengandalkan orang lain. Dan anak yang memiliki kepribadian tidak bertanggung jawab juga memiliki disiplin diri yang rendah.

Disiplin merupakan suatu karakter atau sifat untuk tunduk dan taat kepada peraturan yang mengikat, baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis. Disiplin juga merupakan sebuah ilmu, yang berarti disiplin dapat dipelajari, tidak langsung didapat ketika anak baru lahir.

Siapa yang perlu mengajarkan disiplin? Tugas mengajar sebenarnya dilakukan oleh guru. Namun mengajar anak mengenai hal paling mendasar ialah tugas orangtua. Disiplin merupakan hal mendasar yang perlu diketahui anak sejak dini.

Misalnya saja disiplin mengenai waktu. Orangtua perlu mengajarkan anak tentang disiplin waktu, bagaimana menggunakan waktu dengan baik dan mengatur waktu dengan sempurna. Mengapa waktu menjadi sangat penting untuk diajarkan kepada anak?

Pertama, waktu menjadi hal krusial ketika anak menginjak usia dewasa dan memasuki dunia pekerjaan. Jaman sekarang ini, waktu menjadi hal yang sangat penting bagi sebagian masyarakat, coba Anda bayangkan betapa pentingnya waktu 20 tahun ke depan, saat anak Anda menginjak usia dewasa.

Apabila anak dari masa kecilnya tidak diajarkan betapa pentingnya waku dan bagaimana cara mengelola waktu, ia tidak akan bisa mengerjakan segala sesuatunya tepat waktu. Anak tidak mampu mengerjakan pekerjaan dengan estimasi waktu selesai.

Caranya mudah saja, Anda dapat melatih anak dengan cara yang menyenangkan. Misalnya dengan memberi anak permainan puzzle atau menyusun gambar. Namun, disini Anda memberikan tenggang waktu untuk anak selesaikan puzzle tersebut, misalnya dengan 15 menit.

Ketika anak berhasil mengerjakan tepat waktu atau masih ada waktu tersisa, Anda dapat memberinya reward kecil. Namun, ketika anak tidak berhasil mengerjakan tepat waktu, Anda tidak perlu menghukumnya. Mintalah anak untuk mengulangnya dari awal dengan waktu yang sama agar anak terbiasa.

Kedua, waktu juga menjadi kunci utama kesuksesan anak di masa depan. Saat latihan-latihan semasa kecil anak berhasil dijalankan dan anak tumbuh menjadi pribadi yang cekatan dan menghargai waktu, Anda dapat melihat ketekunan anak dalam menjalani suatu hal.

Misalnya, ketika anak taat menyelesaikan puzzle dengan estimasi waktu yang Anda berikan, di alam bawah sadar anak akan terbentuk prinsip anak tersebut untuk mengerjakan segala sesuatu dengan perkiraan waktu.

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan menggunakan prediksi waktu akan memberikan hasil yang memuaskan. Saat anak mengetahui lamanya waktu yang ia miliki, maka ia akan belajar untuk menentukan mana yang harus ia kerjakan terlebih dahulu agar waktunya cukup.

Terbukti melalui sebuah eksperimen yang dilakukan kepada kelompok lumba-lumba yang sedang dilatih untuk pertunjukan sirkus. Mamalia air tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dilatih dengan diberikan waktu untuk dapat menyelesaikan beberapa tantangan. Kelompok kedua tidak diberikan waktu untuk menyelesaikan tantangan.

Kelompok pertama seperti telah terbiasa latihan dengan adanya waktu khusus sehingga mereka dapat selesai dengan tepat waktu. Kelompok kedua, tidak pernah dapat menyelesaikan latihan, sepanjang apapun waktu yang diberikan.

Dari sini dapat terlihat bahwa lumba-lumba saja dapat disiplin latihan ketika diberikan waktu yang jelas dan tidak dapat menyelesaikan latihan ketika tidak ada waktu yang mengikatnya.

Misalnya seorang pelajar memiliki waktu satu minggu untuk menyelesaikan tiga tugas sekaligus, ditambah dengan kegiatan organisasi dan waktu bermain. Seakan tidak mungkin anak tersebut dapat menyelesaikan tugas tersebut. Namun, hal tersebut menjadi mungkin jika anak terbiasa mengerjakan pekerjaan dengan adanya tekanan waktu.

Ia mampu memilah pekerjaan mana yang akan memakan waktu lebih banyak, yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Dengan demikian pekerjaan sebanyak apapun dapat selesai dengan waktu yang singkat.

Anak yang mampu bekerja dibawah tekanan waktu, akan lebih disiplin dibandingkan yang tidak bekerja dibawah tekanan waktu. Masalah disiplin waktu menjadi hal yang paling menjadi pertimbangan sebuah perusahaan ketika merekrut anggota baru. Oleh karena itu, masalah disiplin waktu menjadi kunci utama kesuksesan anak di masa depan.

Ketiga, waktu membuat anak memiliki target dalam hidupnya. Banyak diantara kita, mungkin juga Anda, tidak dapat menetapkan target dalam hidup. Dan tentu Anda ingin anak-anak lebih baik daripada Anda.

Dengan melatih anak mengenai disiplin waktu, anak akan terbiasa menargetkan segala sesuatu dengan pertimbangannya sendiri. Terbukti 90% anak yang memiliki tingkat disiplin yang tinggi, memiliki target dan tujuan dalam hidupnya.

Saat anak mampu menentukan kapan ia ingin lulus sekolah, kapan ia akan memasuki perguruan tinggi, kapan ia memulai karirnya. Pertanyaan sederhana tersebut berhubungan dengan waktu. Ketika anak mulai bisa menentukan sendiri, ia memiliki target dalam hidupnya yang ingin dicapai. Dengan memiliki target, anak akan lebih termotivasi dan bekerja lebih keras dari sebelumnya.

Oleh karena itu, sangat penting mengajarkan anak mengenai disiplin waktu. Mungkin Anda hanya menyadari bahwa waktu adalah uang, tapi waktu lebih dari sekedari itu. Waktu sangatlah berharga dan tidak dapat diulang. Dan waktu dapat menjadikan masa depan anak lebih baik.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Nov 13, 2017

No Comments

Leave a Reply