psikologi anak - Alasan Mengapa Harus Memeluk Anak Setiap Hari

Mengapa Memeluk Anak Sangat Penting? Temukan 6 Alasannya Disini

Siapa yang tidak menyukai dipeluk? Hampir semua orang menyukainya, tidak diragukan lagi. Dengan pelukan, dapat menenangkan perasaan cemas, sedih, kecewa, dan kesepian. Saat dalam keadaan sedih atau senang, sebuah pelukan dapat menenangkan hati.

Orang dewasa saja senang mendapat pelukan hangat, terlebih lagi anak-anak. Anak membutuhkan sentuhan fisik secara konstan. Kemudian muncul pertanyaan lazim bagi para orangtua, seberapa sering Anda memeluk anak?

Pelukan membantu anak bertumbuh dalam banyak cara. Sebagian orangtua jaman sekarang jarang memeluk anaknya karena tidak terbiasa. Mereka akan merasa canggung untuk memeluk anak. Dan muncul pernyataan kontra bahwa memeluk anak hanya akan membuat anak menjadi manja, cengeng, tidak mandiri, dan mengandalkan orangtua.

Kabar baiknya, melalui sebuah penelitian studi menyatakan bahwa memeluk anak dari kecil tidak akan membuatnya menjadi manja, justru sebenarnya merupakan bagian terpenting dari pertumbuhan awal anak. Dengan memeluk anak juga dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan dan tumbuh kembangnya.

Beberapa waktu lalu, penelitian juga menyebutkan bahwa dengan memeluk anak dan melakukan kontak bersentuhan kulit dapat meningkatkan kecerdasan IQ anak, membantu mengontrol emosi, dan perkembangan saraf yang lebih baik.

Ternyata melalui pelukan, bukan hanya untuk meringankan beban dikala stress atau sedih. Lebih dari itu, pelukan dapat membantu anak bertumbuh dan berkembang jika dilakukan secara rutin. Berikut alasan mengapa Anda perlu memeluk anak.

1. Membuat anak senang

psikologi anak - Alasan Memeluk Anak

Saat kita sedih atau kecewa, sebuah pelukan dapat menenangkan. Dengan pelukan akan membuat mood menjadi lebih baik. Berlaku demikian pula pada anak. Ketika anak dipeluk, mereka akan merasa dikasihi dan disayang. Dengan perasaan tersebut, akan meningkatkan juga rasa percaya dirinya sehingga ia merasa aman setiap saat. Sebuah pelukan hangat dari orangtua mampu membuat hari anak menjadi lebih baik dan menyenangkan.

2. Membantu anak bertumbuh dan berkembang

psikologi anak - Alasan Orangtua Harus Memeluk Anak

Dengan memeluk anak, bukan hanya memberi kehangatan dan rasa aman, tetapi juga berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak. Ketika anak mendapat pelukan hangat dari orangtua, hormon oksitosin dalam tubuh anak akan meningkat. Hormon oksitosin sering juga disebut “hormon cinta”.

Oksitosin memiliki banyak efek dalam tubuh manusia terutama proses tumbuh kembang seperti insulin dan perkembangan saraf. Dan oksitosin akan meningkat ketika seseorang merasakan kasih sayang melalui sentuhan fisik dan pelukan.

Ketika hormon dilepaskan, anak akan merasakan perasaan bahagia. Perasaan bahagia inilah yang merangsang perkembangan saraf dan tumbuh kembangnya lebih baik. Oleh karena itu, memeluk anak secara rutin dapat membantunya berkembang.

3. Meningkatkan kecerdasan anak

pendidikan keluarga - Alasan Orangtua Memeluk Anak

Memeluk juga ternyata dapat meningkatkan kecerdasan anak. Pada masa pertumbuhan anak, anak membutuhkan rangsangan yang berbeda dari setiap indra. Sentuhan kulit, kontak fisik, dan pelukan terbukti merupakan rangsangan stimulasi penting untuk menumbuhkan otak yang sehat. Di sebuah panti asuhan di Eropa, dilakukan penelitian antara anak-anak yang diberikan pelukan setiap hari, dengan yang tidak. Dilakukan pengamatan pada nilai mereka di sekolah.

Anak yang mendapat pelukan mendapat nilai lebih tinggi dibanding yang tidak mendapat pelukan. Hal ini membuktikan bahwa pelukan mampu memberi rangsangan positif terhadap pertumbuhan otak yang sehat. Namun ternyata tidak semua sentuhan fisik bermanfaat, hanya sentuhan fisik seperti pelukan hangat yang memberi efek positif terhadap stimulasi otak untuk bertumbuh.

4. Menjaga sistem imun anak

pendidikan keluarga - Alasan Orangtua Memeluk Anak

Peneliti kesehatan menyebutkan dengan memeluk seseorang dapat membantunya menjaga daya tahan tubuh. Dengan pelukan, tubuh dapat memproduksi sel darah putih yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh secara seimbang.

Hal ini berlaku juga pada anak. Ketika Anda memeluk anak, tubuhnya akan merespon dengan memproduksi sel darah putih secara seimbang untuk menjaga sistem imunnya. Selain itu juga membantu anak dalam proses penyembuhan dari sakit. Saat anak demam, memberi pelukan hangat juga dapat membantu proses pemulihan anak disamping memberinya obat penurun demam.

5. Mengontrol emosi anak

psikologi anak - Alasan Orangtua Memeluk Anak

Pelukan bukan hanya dapat menenangkan hati yang sedih dan kecewa, tetapi juga menenangkan dan mengontrol emosi. Ketika anak Anda emosi yang berlebihan, ia bukan bersikap keras kepala, ia hanya tidak mampu mengontrol emosinya sendiri.

Seorang anak masih belum dapat menyeimbangkan emosinya secara baik. Ia akan menangis, berteriak, menjerit, atau melempar barang sekitarnya ketika kehilangan kendali. Mengontrol emosi sama saja seperti mengendarai sebuah mobil. Gas dan rem bekerjasama untuk dapat melaju dalam kecepatan optimal.

Sama halnya dengan emosi, gas menggambarkan emosi dan rem menggambarkan bagaimana menenangkannya. Ketika menginjak gas terlalu dalam tanpa menggunakan rem, mobil akan melaju tanpa kontrol. Ketika seorang anak tidak dapat menyeimbangkan menginjak gas dan rem, emosinya tidak terkontrol. Ia melaju seperti sebuah mobil tanpa kendali.

Terkadang kita sebagai orangtua berbalik berteriak kepada anak. Hal ini tidak akan menghentikannya, sebaliknya membuat anak berteriak semakin keras. Cara mudahnya ialah dengan memeluk anak. Biarkan emosinya mereda sampai ia mampu mengendalikannya. Anda berperan sebagai rem bagi anak ketika ia menginjak gas terlalu dalam.

6. Meningkatkan ikatan emosi orangtua dengan anak

pendidikan keluarga - Alasan Orangtua Memeluk Anak

Hal ini menjadi yang terpenting dari alasan memeluk anak, yaitu memperkuat ikatan antara orangtua dengan anak. Pelukan meningkatkan rasa aman, rasa saling percaya satu sama lain, memperbaiki hubungan orangtua dengan anak.

Orangtua yang terbiasa memeluk anaknya berarti telah mematahkan tembok pemisah antara keduanya. Seringkali anak merasa takut untuk membawa masalahnya kepada orangtua. Dengan memberi anak pelukan secara intens, meningkatkan rasa saling percaya satu sama lain. Bahkan anak pun dapat terbiasa memeluk orangtua secara otomatis. Oleh karena itu, peluklah anak Anda dengan lembut untuk menghasilkan hubungan yang berkualitas dengan anak.

Setelah membaca ulasan di atas, diharapkan Anda dapat memeluk anak lebih sering karena terbukti tidak membuat anak manja dan tidak mandiri. Sebaliknya dapat membantunya berkembang pada masanya. Jadi, tentu Anda memiliki cukup alasan untuk memeluk anak setiap hari.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Sep 11, 2017

No Comments

Leave a Reply