edukasi anak - Manfaat Learning by Doing

Manfaat Learning by Doing Pada Proses Belajar Anak

Proses belajar merupakan sebuah proses dimana manusia mengenal hal baru, kemudian dipelajari untuk dapat diterapkan dalam hidup. Dalam rangkaian kehidupan manusia, dari lahir sampai meninggal pun, manusia selalu belajar. Tidak ada manusia yang tidak belajar.

Baca juga Ketahui Konsep Learning by Doing Yang Berguna Bagi Perkembangan Anak.

Belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Kita pun mengenal lembaga formal dan non-formal sebagai tempat untuk belajar. Sekolah dan universitas merupakan salah satu tempat belajar formal.

Di sekolah, anak-anak belajar secara teoritis dan praktis. Teoritis mencakup belajar mengenai sebab-akibat, korelasi pengaruh hal yang satu dengan yang lainnya. Misalnya teori tentang pembentukan bumi, susunan tata surya, teori gravitasi, dan lain sebagainya.

Secara praktisi, anak-anak belajar tentang cara melempar bola dengan baik, melukis, bermain musik, dan lainnya yang melibatkan aktivitas kreatif dari anak.

Kemudian dari proses belajar tersebut, mereka belajar mengembangkan pikiran. Memiliki kreativitas dan imajinasi untuk membuat hal baru yang dapat dipelajari orang lain.

Namun, pernahkah Anda mendengar istilah Otak Kiri dan Otak Kanan? Pada tahun 1960, Roger Sperry mengungkapkan pendapatnya melalui berbagai penelitian bahwa fungsi otak kiri dan kanan berbeda. Otak kiri lebih mengandalkan pemikiran logika dan teoritis, kemampuan menulis dan membaca, dan pusat operasi matematika. Sedangkan otak kanan yaitu kemampuan interaksi dan komunikasi termasuk kemampuan bernyanyi, melukis, ekspresi tubuh, dan juga pengendalian emosi.

Belahan otak manakah yang lebih baik? Jawabannya, keduanya baik. Kedua belah otak, baik kiri maupun kanan, memiliki fungsi masing-masing yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Namun, pada kenyataannya jarang sekali ditemui orang yang seimbang antara fungsi otak kiri dan kanan. Selalu didominasi oleh otak kiri atau otak kanan.

Ciri-ciri orang yang dominan otak kiri :

  • Berpikir secara rasional, mencari alasan mengapa terjadi suatu hal
  • Menganalisis sesuatu berdasarkan teori
  • Membuktikan argumen yang dimiliki dengan data statistik yang jelas
  • Senang berhitung operasi matematika
  • Mengingat sesuatu berdasarkan kata-kata atau angka
  • Berpikir objektif, secara keseluruhan
  • Disiplin, berpikir teknis dan penuh aturan

Ciri-ciri orang yang dominan otak kanan :

  • Cenderung memiliki imajinasi yang tinggi
  • Mampu berpikir secara kreatif, terkadang out of the box
  • Memiliki emosi yang kuat, termasuk bersikap empati terhadap orang lain
  • Senang dengan hal yang berhubungan dengan seni atau musik
  • Mengingat sesuatu berdasarkan gambar atau warna
  • Berpikir subjektif, diri sendiri yang menjadi pusatnya
  • Senang berpetualang dan melakukan hal baru

Menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup lebih mengandalkan otak kiri. Hal ini disebabkan karena saat sekolah dan kuliah, anak dipaksa untuk berpikir teoritis, belajar membaca, menulis dan menghitung. Jadi secara tidak disadari, anak-anak terbiasa untuk bergantung pada otak kiri mereka.

Apa hal ini salah? Tentu tidak. Semua orang memerlukan pengetahuan yang hanya dapat dilakukan oleh otak kiri. Namun, tidak akan baik jika selama hidup hanya mengandalkan otak kiri. Karena tidak semua hal dapat dilakukan dengan otak kiri.

Sering Anda temui orang di sekitar Anda yang pandai dalam ilmu pengetahuan, namun kurang pandai dalam bergaul. Berarti orang tersebut mengandalkan otak kiri. Sebaliknya, orang yang pandai bergaul, kurang pandai dalam ilmu pengetahuan.

Hal tersebut disebabkan karena ketidakseimbangan antara otak kiri dan kanan. Idealnya, semua orang harus belajar untuk menyeimbangkan fungsi otak mereka.

Saat Anda memasuki perkuliahan, akan ada banyak tugas praktek dibanding tugas teori. Bagi Anda yang terbiasa dengan otak kiri, pasti akan sulit beradaptasi. Sebenarnya, inilah cara efektif untuk Anda menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan. Hal inilah yang disebut sebagai learning by doing.

Secara harafiah, learning by doing berarti belajar dengan melakukan suatu hal. Namun ternyata, learning by doing juga melibatkan fungsi otak kanan. Oleh karena itu, penting untuk diketahui korelasi antara learning by doing dan keseimbangan fungsi otak kiri dan kanan.

Learning by doing bukan hanya mampu menyelaraskan fungsi otak kiri dan kanan, namun juga mengasah kemampuan berpikir Anda secara kreatif dan tidak selalu berkaitan dengan teori. Ada beberapa hal yang tidak bisa dikaitkan dengan teori. Anda perlu menggunakan emosi untuk memecahkan masalah.

Selain itu, dengan learning by doing, Anda mampu mengkombinasikan huruf, angka, gambar, dan warna dengan baik. Tentunya cara belajar Anda akan lebih mudah karena tidak tergantung dengan huruf dan angka saja.

Sedikit melihat kisah Andrea Hirata, ia dapat sukses bukan karena ilmu yang ia dapatkan di Perancis. Melainkan karena kemampuannya berpikir imajinatif untuk merangkai kisah hidupnya kedalam sebuah cerita menarik. Kemudian dibuat Novel Tetralogi – Laskar Pelangi. Ia bukan hanya mengandalkan kecerdasan otak kiri, tapi seimbang antara kiri dan kanan. Hal inilah yang perlu dilakukan oleh generasi muda sekarang.

 

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Oct 05, 2017

No Comments

Leave a Reply