permainan anak - Lebih Penting Belajar atau Bermain?

Lebih Penting Belajar atau Bermain? Atau Belajar sambil Bermain?

Dunia anak-anak adalah bermain. Bermain merupakan kehidupan anak-anak. Bagi mereka, hidup adalah untuk bermain. Mereka tidak memikirkan hal-hal yang orang dewasa pikirkan, seperti belajar atau bekerja. Dimanapun dan kapanpun mereka memiliki kesempatan untuk bermain, mereka akan menggunakannya. Mengapa banyak bermain dan bukannya belajar? Belajar sejak usia dini anak membantu otak anak berkembang pesat, begitu pendapat orang tua. Banyak orang tua menuntut anak pada usia 3 atau 4 tahun untuk dapat menulis dan membaca. Dan seringkali menulis dan membaca pada usia dini menjadi tolok ukur orang tua dalam mengukur kecerdasan anak-anak. Semakin cepat anak dapat membaca dan menulis, dianggap semakin cerdas.

Sejatinya, bermain memiliki tujuan utama bagi anak. Bermain membantu anak untuk mengembangkan kemampuan fisik dan kognitif anak. Bermain merupakan cara yang tepat bagi anak untuk belajar kreatif. Fokus utama bermain ialah untuk mengembangkan kreativitas anak. Semua anak memiliki potensi kreatif, namun perkembangan kreativitas merupakan tahap individu yang hanya dapat dilakukan oleh anak itu sendiri. Melalui proses bermain, diharapkan anak mampu mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu bermain memiliki pengaruh yang besar bagi tahap perkembangan anak.

Anak membutuhkan kebebasan ketika berkembang. Kebebasan untuk mengenal dirinya, orang lain, dan lingkungan. Kebebasan tersebut hanya diperoleh ketika anak bermain. Dengan memberi anak bermain, orang tua telah memberi kesempatan bagi anak untuk mengeksplor hal baru dan mengasah kemampuan anak.

Anak-anak senang bermain dengan teman sebaya mereka. Dengan bermain bersama teman sebaya, mereka akan mendapat pengalaman dan cerita baru. Bermain dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai degan tujuannya:

1. Bermain untuk mengembangkan fisik

permainan edukasi - Lebih Penting Belajar atau Bermain?

Bermain untuk mengembangkan fisik anak membutuhkan banyak energi. Fokus dalam permainan ini ialah untuk mengajarkan anak menjadi anak yang aktif dalam lingkungan. Misalnya dengan mengajak anak bermain bola. Permainannya cukup sederhana, yakni dengan mengajak anak melempar atau menendang bola. Anak usia dini akan sulit untuk melempar bola dengan lurus. Dengan mengajak anak bermain bola, tentu akan merangsang saraf motoriknya untuk melakukan kegiatan fisik dengan baik.

2. Bermain untuk mengembangkan keterampilan

permainan edukasi anak - Lebih Penting Belajar atau Bermain?

Bermain untuk mengembangkan keterampilan anak bertujuan untuk merangsang integritas antara kemampuan otak dengan kegiatan fisik. Misalnya dengan memberi anak untuk menyusun puzzle gambar sederhana, dan menyusun bentuk bangun ruang sehingga menjadi kubus atau bola. Kegiatan sederhana seperti itu akan melatih anak untuk bergerak sesuai perintah otaknya. Ketika anak telah berpikir tentang gambar yang akan terbentuk, secara otomatis tangan akan bergerak sesuai perintah otak.

3. Bermain untuk mengembangkan sosialisasi

game edukasi - Lebih Penting Belajar atau Bermain?

Tahap bersosialisasi penting dilakukan oleh anak usia dini sebagai bekal kehidupan sosialnya ketika dewasa kelak. Bermain untuk mengembangkan sosialisasi anak diapat dilakukan dengan bermain petak umpet. Permainan sederhana ini dapat mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu, bermain petak umpet juga dapat membantu anak memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.

4. Bermain untuk mengembangkan imajinasi

permainan anak - Lebih Penting Belajar atau Bermain?

Bermain untuk mengembangkan imajinasi dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk bercerita atau melihat gambar. Kegiatan ini bermanfaat untuk mengasah kemampuan kerja otak untuk berpikir secara kreatif. Hal sederhana dapat menggunakan buku cerita bergambar. Selagi orang tua atau pendamping anak membacakan cerita, anak dapat melihat gambar yang relevan dengan cerita.

5. Bermain untuk mengembangkan eksplorasi

permainan edukasi - Lebih Penting Belajar atau Bermain?

Bermain untuk mengembangkan eksplorasi anak dipicu oleh rasa ingin tahu anak. Semakin anak mampu berpikir tentang dunia sekitarnya, ia juga ingin mengetahui lebih banyak lagi. Disini peran orang tua sangat dibutuhkan, yakni dengan mengajak anak untuk berkeliling sekitar rumah. Dengan kegiatan sederhana ini, pengetahuan anak mengenai dunia luar akan semakin luas.

Setelah membaca ulasan tentang pentingnya bermain bagi anak, bukan berarti anak tidak memerlukan belajar lagi. Semakin dewasa usia anak, ia akan mengerti cara membedakan antara belajar dan bermain. Pada tahap perkembangan anak, peran orang tua sangatlah dibutuhkan untuk menemani anak bermain. Selain itu, saat bermain pula anak mulai belajar hal-hal sederhana dengan cara yang menyenangkan. Jadi baik bermain atau belajar, keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam perkembangan anak.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Aug 10, 2017

No Comments

Leave a Reply