tumbuh kembang - Ketahui Tahap Perkembangan Otak Anak Usia 5

Ketahui Tahap Perkembangan Otak Anak Usia 5 Tahun Pertama

Pada dasarnya perkembangan otak anak mencapai 90% sampai usia mereka lima tahun. Anak pada usia 0-5 tahun, sebelum memasuki usia sekolah, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk bermain. Usia inilah yang menjadi tahap terpenting dalam kehidupan mereka dimana perkembangan otak hampir mencapai maksimalnya. Orangtua memiliki peran penting dalam perkembangan otak anak. Walau otak anak berkembang dengan sendirinya sesuai usia, orangtua berperan mendukung perkembangan tersebut.

Ukuran otak anak juga bertumbuh dari 70% menjadi 90%. Angka tersebut cukup signifikan bagi perkembangan otak anak. Selain bertambah ukuran, otak juga mengalami pembentukan dan pemurnian secar pesat. Terjadi perubahan yang mendalam di bagian lobus frontal, bagian otak yang mngatur tindakan dan pemikiran. Lobus frontal mengatur impuls, memori, dan intergrasi informasi yang memfasilitasi penalaran dan pemecahan masalah. Ketika otak anak mengalami perkembangan, tanda yang paling terlihat ialah anak tersebut mulai bisa membedakan warna karena mata mengirimkan impuls ke otak untuk diolah menjadi informasi. Semua tahapan ini meningkat pesat pada anak usia sebelum sekolah dan TK.

Lima tahun pertama merupakan masa yang sensitif, karena otak sangat responsif terhadap rangsangan, yang mendorong pembentukan saraf dan sel otak. Otak lebih mudah diasah pada masa ini, dibanding setelah dewasa. Oleh karena itu, masa kanak-kanak menjadi waktu yang tepat bagi anak-anak untuk belajar dan berhubungan sosial dengan teman sebayanya. Perkembangan otak anak dapat terbagi menjadi beberapa tahap, perkembangan janin di dalam rahim, dari lahir hingga usia 3 tahun, dan usia 3 hingga 5 tahun.

Dalam Rahim (Pra Lahir)

tumbuh kembang - Ketahui Tahap Perkembangan Otak Anak Usia 5

Terhitung 16 hari setelah pembuahan, sebelum Anda menyadari bahwa bahwa Anda mengandung, dasar saraf janin (otak dan tulang belakang) mulai terbentuk. Pada saat itulah, sel saraf mulai mengelilingi embrio dan membentuk sel saraf pertama. Namun, belum sepenuhnya membentuk otak dan menjalankan fungsi sebagai otak. Pada 12 minggu pertama, sensorik janin belum sempurna sehingga belum dapat merasakan sakit dan gerakan. Beberapa bulan selanjutnya, barulah sensorik dan saraf bekerja sebagaimana mestinya.

Penilitian mengatakan bahwa pengaruh luar dapat memengaruhi perkembangan otak janin. Hal ini dapat berpengaruhi secara positif dan negatif bagi perkembangan otak janin. Misalnya membiasakan janin mendengar musik klasik atau sekedar diajak bicara. Walau janin dalam rahim belum dapat mendengar sepenuhnya, getaran dari suara musik mampu merangsang perkembangan otaknya. Jika diamati, ketika mendengar musik, janin berusia 6-8 bulan mampu merespon musik dengan menggerakan tubuhnya. Lain halnya jika janin, mendapat pengalaman stress dini, diabaikan atau dianiaya. Semuanya terdokumentasi dalam memori janin sehingga memperlambat perkembangan otaknya. Jadi bukan hanya kebutuhan nutrisi dari ibu saja yang dapat membantu perkembangan otak janin.

Telah dilakukan banyak riset untuk mengetahui perkembangan otak janin. Meski demikian, banyak ibu yang masih menganggap bahwa perkembangan otak anak dimulai ketika ia lahir. Padahal sejak janin di kandungan, otaknya sudah mengalami perkembangan. Hal inilah yang harus diketahui para ibu.

Lahir Hingga Usia 3 Tahun

tumbuh kembang - Ketahui Tahap Perkembangan Otak Anak Usia 5

Saat lahir, perkembangan otak anak dibagi menjadi dua tahap, masa sebelum sekolah dan masa taman kanak-kanak (TK). Saat bayi baru dilahirkan, otaknya sudah memproduksi 100 miliar sel oak. Hingga usia anak mencapai 3 tahun, otak mengalami perkembangan yang luar biasa karena 700 saraf otak terhubung setiap detiknya.

Para ilmuwan dan ahli menjelaskan perkembangan otak bermula ketika pertama kali ia mampu melihat gambar semenjak ia dilahirkan, hingga mampu menerima makanan, bermain, berjalan, dan berbicara. Dengan memberinya rangsangan yang berbeda, membantu membangun jaringan saraf yang berbeda pula.

Tiga tahun pertama dalam kehidupan anak sangat membutuhkan berbagai pengalaman. Pengalaman dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan dan pengenalan akan hal baru. Misalnya dengan memberi anak kesempatan untuk melihat dan menyentuh benda. Semakin sering anak diberi kesempatan untuk menyentuh benda, saraf motorik anak akan berkembang sehingga ia mampu menggenggam benda tersebut bukan sekadar menyentuhnya.

Suara dan gerakan juga dapat merangsang perkembangan otak. Misalnya dengan mengajak anak untuk mengobrol dan mengajarnya menyebut beberapa hal. Ketika anak mampu mengulang kata yang Anda sebutkan, otak anak akan memprosesnya menjadi sebuah informasi. Dalam beberapa bulan ke depan, anak dapat mengolah kata menjadi kalimat singkat. Otak anak mengharapkan pengalaman tersebut. Saat otak mendapatkan pengalaman tersebut, maka perkembangannya akan berjalan normal.

Judit Gervain, seorang ahli saraf dari Paris Descrates University, menggunakan metode perilaku dan tindakan elektrofisiologis untuk dapat memahami bagaimana bayi belajar bahasa ibu. Ketika bayi terus menerus dilatih untuk mendengar dan menyebutkan kata, sel otaknya bekerja keras untuk dapat memahami kata-kata tersebut. Pertama-tama, bayi akan belajar berbunyi dan menyerukan suara menyerupai kata yang Anda sebutkan. Kemudian ketika otaknya mampu mengolah informasi, ia mampu berkomunikasi pada usia tiga.

Meski otak telah memiliki kemampuan dan potensi yang besar untuk berkembang, tak dapat dipungkiri otak tetap bergantung pada lingkungan untuk terus tumbuh dan berkembang. Kombinasi pengasuhan dan lingkungan alam menjadi faktor penting otak berkembang sesuai usianya. Ketika anak usia 1-3 tahun menerima pengasuhan yang baik, maka saraf sensorik anak juga berkembang. Misalnya ketika anak bermain menyusun bangunan atau gambar, pengasuh atau orangtua dapat sambil menjelaskan bentuk atau gambar tersebut. Ketika anak bermain di alam, ia diajar untuk mengenal berbagai tumbuhan dan hewan sekitarnya.

Perkembangan otak anak ditentukan pula bagaimana Anda mengasuh dan mendidiknya. Ketika Anda bersedia menginvestasikan pengalaman dan pembelajaran kepada bayi, Anda sedang menabung untuk masa depan bayi.

Usia 3 Hingga 5 Tahun

tumbuh kembang - Ketahui Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia 5

Tahapan kedua setelah lahir ialah ketika anak memasuki usia sekolah. Belajar sedini mungkin memang baik untuk anak, namun anak kekurangan waktu untuk bermain dan mengeksplor dunianya. Pada tahap awal sekolah, biasanya anak berusia 4-5 tahun, belajar untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Si anak, yang tadinya hanya mengenal teman lingkungan rumah, kini mampu mengenal teman di lingkungan sekolah. Ketika masuk sekolah, anak membutuhkan energi lebih untuk mendukung aktivitas fisiknya selama di sekolah.

Pada umumnya, usia 5 tahun sudah mampu mengolah kata-kata dengan baik sehingga mudah baginya untuk belajar mengenal huruf dan angka. Kemudian belajar membaca, menghitung, dan menulis. Maka tak heran jika anak TK belajar dengan sangat cepat karena respon otak mereka terhadap hal baru sangat cepat. Selain itu, riset menunjukan bahwa seiring bertambahnya usia, anak usia 4 tahun keatas memiliki memori yang semakin baik pula sehingga ia dapat mengingat segala hal yang dialaminya.

Otak usia 5 tahun memerlukan glukosa (sumber energi untuk otak) dua kali lebih banyak seperti pada orang dewasa. Tubuh dan otak sama-sama membutuhkan energi yang lebih banyak. Namun seiring perkembangan otak yang menyerap lebih banyak energi, tubuh tidak bertumbuh dengan cepat. Studi menunjukan bahwa selama masa balita, tubuh tidak bertumbuh secara cepat karena sebagian besar sumber energi diserap oleh otak. Oleh karena itu, akan sulit untuk menebak usia balita hanya dengan melihat ukuran tubuhnya. Usia 4 dan 5 tahun memiliki besar tubuh yang tidak jauh berbeda. Hal ini tentunya bukan sebuah penghambat bagi pertumbuhan anak. Anak membutuhkan otak yang kompleks untuk dapat beraktivitas dengan baik. Singkatnya, tubuh mengalah demi perkembangan otak yang sedang berlangsung secara pesat.

Sangat penting usia 0-5 tahun mendapat pemenuhan nutrisi dan stimulasi yang tepat. Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa orangtua mengambil andil yang besar pada tahap perkembangan otak anak. Dengan mengajak anak berbicara dan berinteraksi, Anda telah membantunya mengembangkan saraf otaknya. Semakin banyak kosakata yang dikuasai, semakin baik kemampuan berbahasanya kelak. Rata-rata kosakata anak bertambah empat kali lipat setiap tahunnya.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Aug 28, 2017

No Comments

Leave a Reply