edukasi anak - Ketahui Pendapat Jokowi Mengenai Manfaat Belajar Luar Ruangan

Ketahui Pendapat Jokowi Mengenai Belajar Luar Ruangan dan Apa Manfaatnya

 

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak pada urutan ke-empat di dunia setelah Amerika Serikat. Dan jumlah kependudukan di Indonesia semakin bertambah seiring bertambahnya waktu dari tahun ke tahun.

Menurut hasil sensus, tercatat jumlah penduduk Indonesia pada bulan Juli 2017 sebanyak 260 juta jiwa. Sungguh angka yang menakjubkan, bukan?

Menariknya, sekitar 40% diantara populasi tersebut merupakan anak-anak usia 1-15 tahun. Sisanya merupakan orang dewasa dan lansia.

Bahkan di perkirakan rata-rata usia dari keseluruhan penduduk Indonesia sebesar 28 tahun, menurut penelitian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang merupakan lembaga statistik Indonesia.

Hal ini berarti masa depan bangsa Indonesia berada pada anak-anak, bukan? Bisa saja pada anak Anda. Mungkin tidak terbayang oleh Anda masa depan anak akan seperti apa. Dan Anda tidak dapat menuntut anak Anda seperti yang Anda kehendaki.

Namun, terdapat hal mendasar yang perlu Anda ketahui untuk mengarahkan anak ke masa depan yang lebih baik. Yaitu sistem pendidikan seperti apa yang anak Anda terima saat ini.

Jaman sudah berubah, apa yang Anda pelajari waktu Anda berada di bangku sekola dahulu, tidak dapat diajarkan kepada anak di jaman sekarang.

Bahkan didikan orangtua terhadap anak juga demikian. Anda tidak dapat mengajarkan kepada anak apa yang orangtua Anda ajarkan kepada Anda. Anda perlu menyesuaikan dengan keadaan dan waktu.

Kembali lagi ke sistem pendidikan, sistem pendidikan di Indonesia terbilang sulit mengikuti perkembangan jaman yang sudah semakin maju. Banyak anak hanya belajar melalui buku dan sekedar teori saja.

Bahkan hal inilah yang dituntut orangtua anak-anak. Orangtua hanya menginginkan nilai anak baik di sekolah, tanpa tahu apakah anak tersebut betul-betul memahami materi pelajaran atau tidak.

Jokowi, sebagai orang nomor satu di Indonesia, mengungkapkan pendapatnya pada peringatan hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober lalu. Beliau berpendapat bahwa pendidikan di Indonesia terlalu monoton. Bukan hanya itu saja, Jokowi juga berharap sistem pendidikan di Indonesia dapat diubah sebesar 60% berada di luar ruangan, dan 40% berada di ruangan.

Beliau juga menuturkan bahwa usia anak Sekolah Dasar (SD) yang paling banyak membutuhkan belajar di luar ruangan. Hal ini dilakukan agar ide-ide tentang sesuatu yang monoton dan rutinitas dapat segera diubah.

Misalnya anak-anak SD dapat diajak wisata edukasi ke kantor bank atau pabrik garmen untuk melihat cara kerjanya sekaligus menambah pengalaman belajar anak tersebut. Atau perlu juga anak-anak diajak untuk wisata edukasi ke museum untuk mengamati barang-barang peninggalan bangsa Indonesia.

Belajar luar ruangan bukan hanya dilakukan oleh sistem pendidikan di sekolah. Anda sebagai orangtua juga dapat mengajarkan anak belajar luar ruangan untuk pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.

Misalnya Anda mengajak anak-anak berlibur ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya seperti museum, pabrik, dan sebagainya.

Berikut beberapa manfaat belajar luar ruangan yang perlu Anda ketahui:

1. Memperbaiki nilai

Sebuah studi pada tahun 2006 menyatakan bahwa anak-anak sekolah di California mengalami peningkatan nilai setelah belajar berdasarkan kurikulum di luar ruangan. Terbukti siswa dari 11 sekolah dinilai lebih tinggi daripada sistem tradisional dalam 72% penilaian dalam segala hal mulai dari matematika dan sains. Dennis Eaton mengungkapkan bahwa kemampuan kognitif siswa dikembangkan lebih baik di luar kelas daripada di kelas, melalui bukunya Cognitive and Affective Learning in Outdoor Education.

2. Memperbaiki kesehatan

Kita semua tahu bahwa pergi keluar ruangan tidak hanya bagus untuk anak-anak tapi perlu juga untuk kesehatan mereka. Hal ini didukung dengan adanya studi tentang anak-anak usia 10 sampar 12 tahun di Australia. Studi tersebut menemukan bahwa pendidikan di luar ruangan dapat menjadi factor kunci dalam menghindari obesitas masa kecil.

Terdapat banyak efek berbahaya yang timbul pada anak-anak dari terlalu banyaknya stimulasi dalam ruangan, termasuk gangguan perhatian, depresi, dan obesitas karena tidak ada kalori yang terbakar jika hanya menetap dalam ruangan.

3. Menurunkan tingkat stress anak

Ketika hormon serotonin dilepaskan di otak, ia menghasilkan perasaan aman dan sehat. Hormon ini sering juga disebut dengan “hormon bahagia” karena memberikan kebahagiaan bagi seseorang yang melepaskan hormon tersebut di otaknya.

Aktvitas yang menyebabkan pelepasan hormon ini antara lain mendengarkan musik, atau mendengar suara alam. Hormone ini juga dilepaskan oleh tindakan berulang, jadi kegiatan pendidikan seperti memantau kemajuan pabrik di kebun setiap hari sangat baik untuk merangsang produksi hormon bahagia tersebut.

Dengan apa yang sekarang kita ketahui tentang bahaya stress pada tubuh anak, oragtua harus mencari setiap kesempatan untuk melindungi anak di area ini.

4. Meningkatkan motivasi

Sebuah studi pada tahun2008 teradap anak-anak TK di Edinburgh menemukan sejumlah besar anak yang menunjukan antusiasme yang meningkat terkait proses pembelajaran. Antusiasme yang ditunjukan tidak seperti biasanya yang mereka lakukan. Mereka menemukan bahwa efek positif pada tingkat motivasi siswa dibawa ke pembelajaran luar ruangan setelah pembelajaran luar ruangan selesai dilakukan. Karena anak-anak secara alami bergerak dan bergerak untuk bergerak.

5. Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan

Kepedulian terhadap lingkungan akan meningkat ketika anak-anak dibawa untuk belajar luar ruangan. Karena mereka mampu mengobservasi secara langsung. Hal ini terbukti melalui sebuah penelitian yang dilakukan Robin Mittelstaedt dan kawan-kawannya, yang membawa 31 anak laki-laki dan 15 anak perempuan melalui program keanekaragaman hayati selama lima hari. Mereka menemukan bahwa sikap positif tentang alam semakin terbentuk sebagai akibat dari aktivitas alam.

Penelitian ini memperkuat penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan peningkatan pengetahuan menyebabkan perubahan skap, yang pada akhirnya menyebabkan perubahan perilaku. Dengan demikian, manfaat bonus dari peningatakn sikap anak terhadap alam luar rumah setelah belajar luar ruangan ialah peningkatan kesadaran akan lingkungan dan perilaku yang lebih bertanggungjawab.

6. Kemampuan komunikasi yang lebih baik

Beberapa sekolah sudah menerapkan pendidikan luar ruangan secara khusus untuk menargetkan kemampuan komunikasi siswa yang lebih baik. Pendidikan di luar negeri mencapai keuntungan dalam komunikasi dengan mengharuskan siswa bekerja sebagai tim untuk memecahkan sebuah masalah.

Siswa diwajibkan untuk memimpin jalannya diskusi, menyumbangka gagasan mereka dengan membuat suara mereka didengar, dan saling memberi tanggapan, hingga ke tahapan penyelesaian konflik.

Ketika anak belajar luar ruangan, anak akan bertemu dengan orang lain, yang tidak ditemuinya sehari-hari. Dengan hal tersebut meningkatkan kemampuan komunikasi anak karena anak berani untuk menyuarakan pendapatnya.

7. Meningkatkan daya ingat anak

Cara yang sudah terbukti untuk memperbaiki daya ingat anak ialah mengalami sesuatu yang baru dan tidak biasa. Tentu saja, proses belajar dalam ruangan—sudah menjadi rutinitas, tidak bisa menjadi factor pendukung untuk meningkatkan daya ingat anak.

Tapi dengan memindahkan kelas ke ruang terbuka, akan membuka rangsangan yang segar untuk indera yang bersangkutan, dan memastikan bahwa informasi apa pun yang saat itu dipelajari akan terkunci di otak dengan baik.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Nov 23, 2017

No Comments

Leave a Reply