tumbuh kembang anak - Ketahui Konsep Anak Sebelum Sekolah

Ketahui Mengapa Masa Sebelum Sekolah Merupakan Tahun Terpenting Dalam Tumbuh Kembang Anak

 

Masa sebelum sekolah merupakan masa anak-anak yang paling menyenangkan. Sebelum anak sekolah, merupakan tahun dasar dalam hidup mereka. Karena mereka akan menentukan eksposur awal mereka ke sekolah dan menetapkan nada karir dalam pendidikan mereka. Anak-anak akan mengembangkan persepsi, perasaan, dan gagasan masing-masing terhadap sekolah. Ini menjadi sangat penting karena menjadi awal apakah anak-anak menyukasi sekolah atau tidak. Sebaliknya, ketika anak membangun persepsi yang salah mengenai sekolah, akan membangun emosi negatif yang abadi tentang sekolah.

Apa peran orangtua?
Orangtua berperan menemani anak semasa sebelum sekolah. Mengapa? Karena satu-satunya teman bersosialisasi bagi anak hanyalah orangtua. Ketika orangtua mengajarkan makna kehidupan secara menarik, anak pun dapat menangkap pelajaran yang menyenangkan. Semakin besar rasa penasaran yang dimiliki anak, semakin besar keinginannya untuk sekolah.

Banyak orangtua yang tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan anak mereka yang belum sekolah. Ketika anak mulai tidak bisa tenang melakukan sesuatu, orangtua hanya berpikir untuk segera menyekolahkannya. Padahal pihak sekolah pun tidak tahu apa yang harus dilakukan pada usia pertumbuhan seperti itu.

Padahal yang harus dilakukan orangtua hanyalah membantu anak membangun keterampilan pengaturan diri, bagaimana mereka memelihara kreativitas mereka, dan mengembangkan keingintahuan mereka, serta menumbuhkan lingkungan belajar yang menyenangkan.

Apa yang harus dipelajari anak usia dini?
Menurut Suzanne Bouffard, seorang pengamat edukasi dan penulis dari buku The Most Important Year: Pre-Kindergarten and The Future of Our Childrens, mengatakan bahwa mengatur diri sendiri, yaitu kemampuan untuk mengelola perilaku dan emosi seseorang dalam situasi tertentu merupakan keterampilan yang paling penting untuk dipupuk sejak usia dini.

Membangun keterampilan diri anak usia dini akan membantu mereka mengalami kesuksesan di masa sekolah dan seterusnya. Anda harus mengajarkan bagaimana menghadapi emosi yang sulit, mengontrol emosi, bagaimana cara memperhatikan orang lain, bagaimana cara menjadi pendengar, bagaimana berteman dengan teman sebaya, dan berinteraksi secara positif dengan teman.

Anda ingin mengajari anak tentang bagaimana dan mengapa berperilaku, apa yang harus dan tidak untuk dilakukan. Anda dapat memberi pengajaran efektif melalui lagu dan rutinitas. Gambar dapat meningkatkan daya ingat anak dalam langkah-langkah sebuah proses.

Bouffard juga mengatakan bahwa penghargaan dan hukuman bukanlah alat yang efektif karena hal tersebut tidak mengajari anak bagaimana atau mengapa berperilaku. Sebaliknya, itu hanya menekankan bahwa Anda ingin mereka melakukan sesuatu. Karena ketika anak tidak mendapat penghargaan, mereka akan merasa frustasi dan kecewa, kemudian mundur untuk melakukan hal itu lagi. Sehingga Anda pun kecewa dan memberi hukuman sebagai ganti penghargaan. Hal ini yang tidak diharapkan oleh anak.

Ruang belajar sebelum sekolah yang efektif ialah melibatkan keingintahuan dan kreativitas para siswa. Anda dapat menggunakan pertanyaan terbuka seperti :

  • Bagaimana kamu bisa tahu?
  • Bagaimana kamu mengetahuinya?
  • Jelaskan pada saya apa yang kamu lakukan
  • Menurutmu, hal ini seharusnya bagaimana?
  • Jika kita berlaku demikian, bagaimana?

Dialog ini seharusnya difokuskan pada proses dan tidak terfokus pada hasil. Misalnya proyek seni harus melibatkan proses yang berkualitas daripada hanya menghasilkan replika dari apa yang Anda buat.

Pembelajaran yang Menyenangkan
Sebagian besar orang tua mendebatkan pendidikan anak usia dini yang paling efektif: akademis atau bermain. Sebenarnya, bermain merupakan cara yang benar-benar dapat dipelajari oleh anak usia dini. Ini mengenalkan mereka kepada dunia, melibatkan mereka, dan mengajarkan mereka lebih dalam lagi.

Keadaan pembelajaran saat ini yang memprihatinkan ialah mengenai keterampilan. Metode pengajaran ini jarang sekali digunakan untuk mendidik anak-anak. Para pengajar hanya terfokus terhadap pengajaran akademis. Padahal keterampilan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kritis.

 

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Oct 17, 2017

No Comments

Leave a Reply