pendidikan keluarga - Konsep Budaya Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak

Ketahui Konsep Budaya Keluarga untuk Membangun Pengalaman Baik pada Masa Pertumbuhan Anak

Pernahkah terkadang Anda terbangun pada malam hari dan bertanya-tanya apakah anak Anda akan memanggil Anda saat mereka terbangun pula? Mungkin hal ini pernah terjadi sekali dua kali atau bahkan sering ketika anak Anda masih kecil. Namun pernahkah Anda membayangkan, apakah anak Anda akan mengingat pengalaman masa kecil mereka bersama Anda ketika mereka tumbuh dewasa kelak?

Adakah suatu hal yang paling diingat anak Anda yang menjadi pengalaman dan kenangan yang tak terlupakan? Banyak dari orangtua tidak menghiraukan hal ini. Mereka beranggapan bahwa masa kanak-kanak tidak akan diingat oleh anak ketika mereka tumbuh dewasa.

Saat anak memasuki usia tiga, perkembangan otaknya hampir mencapai sempurna dan ia akan mampu mengingat kejadian demi kejadian yang dialaminya. Kejadian tersebut bisa saja diingat sampai ia dewasa kelak.

Akankah anak Anda mengingat “pengalaman” tersebut? Atau anak Anda akan terus maju tanpa mengingat sedikitpun pengalaman tersebut?

Hal ini menjadi penting ketika anak bertumbuh dewasa. Bagaimana caranya? Apa yang terjadi jika ia tidak memiliki satupun pengalaman bersama Anda?

Caranya ialah, Anda dapat menciptakannya. Bayangkan ketika anak-anak tumbuh dewasa, Anda akan berada pada sebuah meja makan malam yang panjang dengan anak-anak dan pasangan mereka, atau bahkan dengan anak dari anak-anak Anda.

Tak sedikit pula yang bertanya-tanya, apa rahasia yang dimiliki keluarga yang kuat. Ternyata hal tersebut bukanlah rahasia.

Hal ini sungguh tidak berkaitan dengan seberapa uang yang Anda keluarkan untuk biaya sekolah anak, bukan juga kegiatan olahraga yang Anda ikuti, bukan seberapa besar rumah yang Anda miliki. Salah satu kekuatan keluarga ialah, budaya yang dimiliki keluarga itu sendiri.

APA ITU BUDAYA KELUARGA?

pendidikan keluarga - Konsep Budaya Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak

Budaya keluarga ialah tradisi, kebiasaan, praktik, dan nilai keluarga Anda. Ini merupakan siapa Anda sebagai sebuah keluarga. Inilah yang membuat keluarga Anda berbeda dari keluarga lain di dunia ini. Inilah identitas keluarga Anda.

Beberapa dari Anda berpikir, “saya tidak memiliki budaya keluarga”. Jawabannya adalah salah, Anda salah. Setiap keluarga memilikinya, dan Anda hanya tidak menyadarinya.

Apakah iman dan agama Anda merupakan bagian besar dari budaya keluarga? Apakah keluarga Anda menyukai menonton bersama dan berolahraga? Apakah Anda dan keluarga menyukai tantangan?

Budaya keluarga, bila disengaja dan terus dipelihara akan menjadi pagar pelindung di sekitar keluarga Anda, dimana setiap orang akan merasa aman dan rasa saling memiliki.

Tidak banyak orangtua yang dapat menari di lantai dansa, di hadapan anak-anak mereka. Bahkan, anak-anak pun ikut menari dan merasa senang. Jika Anda dan keluarga gemar menari atau menyanyi, tidak ada salahnya menjadikan hal tersebut sebagai budaya keluarga Anda.

Budaya keluarga tersebut: menyanyi, menari, mengekspresikan diri, dan kebersamaan.

Sebuah keluarga menyukai alam bebas. Mereka suka hiking, bersepeda, dan menjelajahi pegunungan di sekitar rumah mereka. Mereka sangat menikmati diri mereka yang aktif sebagai sebuah keluarga yang utuh. Bahkan mereka dapat berkemah beberapa kali setahun.

Dari kecil, anak-anak dalam keluarga tersebut mampu menghargai lingkungan dan menumbuhkan rasa cinta akan lingkungan.

Budaya keluarga tersebut: kebersamaan, alam bebas, gaya hidup yang aktif, dan pemeliharaan terhadap lingkungan.

MENGAPA BUDAYA KELUARGA SANGAT PENTING?

tumbuh kembang anak - Konsep Budaya Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak

Beberapa tahun lalu, Nurture Shock berbagai fakta menarik tentang persaingan antar saudara. Indikatornya ialah, bukan seberapa sering anak-anak Anda bertengkar dan menentukan siapa yang lebih hebat dan kualitas hubungan mereka. Tapi seberapa sering mereka bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama.

Alasan mengapa budaya keluarga begitu penting ialah karena hal tersebut merupakan sebuah momen kecil. Bagaimana Anda menghargai setiap anggota keluarga, bagaimana Anda menghadapi konflik dalam keluarga, dan bagaimana Anda merespon dengan kasih saat mendisiplinkan anak.

Sangat normal bagi Anda untuk membentuk budaya keluarga Anda sendiri.Tujuannya semata-mata bukan untuk meraih penghargaan dan penghormatan dari pihak lain. Tapi untuk memanfaatkan dan menekankan saat-saat normal kehidupan keluarga yang penting.

Poin utamanya: Anda tidak perlu melakukan terlalu banyak hal yang hanya akan dilupakan anak karena terlalu banyak. Anda hanya perlu “menekankan” dan “mengulangi” hal yang sudah Anda lakukan, dan yang Anda sukai.

Tanpa disadari, hal tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan. Misalnya, Anda membiasakan bahwa waktu makan malam merupakan waktu keluarga dan tidak ada yang dapat mengganggunya. Anda tidak memerlukan sajian makan malam mewah setiap harinya. Anda hanya membutuhkan kehangatan keluarga di setiap malam. Hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan dan budaya keluarga Anda.

Rahasia keluarga bahagia: aktivitas yang memberi kebahagiaan ada di genggaman tangan Anda sendiri, bukan diciptakan orang lain. Anda tidak dianjurkan hanya duduk diam dan menerima kesenangan. Tapi Anda harus benar-benar menghasilkan kesenangan itu sendiri.

BAGAIMANA CARA MENCIPTAKAN BUDAYA KELUARGA YANG KUAT?

mendidik anak - Konsep Budaya Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak

Beruntung, jika Anda sudah memiliki budaya dan identitas keluarga Anda sendiri, sisanya sangat mudah. Mungkin Anda sudah melihat beberapa budaya yang ada dalam keluarga dan ingin menambah beberapa tradisi lagi. Hal tersebut bagus, tapi cobalah untuk selalu ingat kehidupan setiap hari yang dijalani Anda dan anak-anak yang mudah diingat anak.

Dalam hari-hari yang Anda lewati, Anda memiliki “ritual” tertentu dengan anak Anda. Ini mungkin rutinitas pagi, malam, atau akhir pekan.

Jika Anda sesekali membuat pancake atau roti panggang pada hari Sabtu atau Minggu dan anak-anak menyukainya, mengapa tidak melakukannya setiap hari Sabtu atau Minggu?

Atau jika Anda pergi ke tempat ibadah bersama-sama, mengapa tidak melakukannya terus menerus dan menjadikannya sebagai sebuah tradisi? Karena anak-anak suka melakukan sesuatu yang berulang-ulang. Dan ini merupakan poin sentuhan dalam hidup mereka yang akan mereka ingat sampai dewasa.

Jadi, sebuah tradisi dan budaya hanya akan terbentuk jika Anda melakukannya berulang-ulang dalam waktu yang berdekatan. Akan lebih mudah bagi anak untuk mengingat perjalanan dari rumah ke sekolahnya daripada perjalanan dari rumah ke tempat baru.

Sama halnya dengan ingatan anak. Anak akan lebih mudah mengingat hal yang sering dilakukan daripada hal yang hanya dilakukan beberapa kali saja dalam kehidupan sehari-hari.

Pelajaran pentingnya: budaya keluarga merupakan suatu hal yang Anda ciptakan sendiri, tidak mengikuti gaya orang lain karena menyesuaikan dengan kesukaan Anda dan keluarga.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Nov 19, 2017

No Comments

Leave a Reply