tempat wisata anak - Melatih Kemampuan Kinestik Anak dengan Wisata Edukasi

9 Cara Untuk Mengembangkan Kemampuan Kinestik Anak dengan Wisata Edukasi

Setiap anak memiliki cara yang unik dalam menyerap informasi. Anda mungkin merasa bingung dengan anak yang lebih cenderung bergerak aktif dan berkesan kurang berkonsentrasi dalam hal pelajaran sekolah.

Padahal belum tentu anak tidak memperhatikan materi pelajaran. Bisa jadi anak Anda termasuk anak yang perkembangannya mengacu pada kecerdasan kinestetik. Kecerdasan kinestetik ditandai dengan kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola obyek. Anak suka berekspresi dalam mimik atau gaya, atletik, menari, kuat, dan terampil dalam motorik halus, koordinasi tangan dan mata, motorik kasar dan daya tahan.

Anak dengan kecerdasan kinestetik lebih cepat bosan dengan gaya belajar yang hanya duduk diam dan mendengarkan pelajaran. Anak dengan kecerdasan kinestetik menyukai gaya belajar dengan menggunakan obyek, melakukan eksperimen dan tugas fisik yang dilakukan secara berulang. Mam bisa mengembangkan kecerdasan kinestetiknya di rumah sehingga bisa memaksimalkan proses belajar anak dengan 9 gaya belajar berikut ini:

1. Bermain peran dan terlibat bermain dengan anak.

Anda bisa bermain sebagai penjual pembeli, atau dokter dan pasien bersama dengan anak. Minta anak untuk menceritakan perasaannya setelah melakukan kegiatan tersebut. Atau Anda dapat mengajak anak ke pergelaran seni untuk melihat secara langsung permainan peran.

2. Latih keseimbangan.

Kegiatan menari mampu melatih keseimbangan gerak anak, melatih keselarasan gerak, kekuatan dan kelenturan ototnya. Atau Anda dapat mengajaknya berolahraga, dengan bermain bola tendang di halaman rumah, atau pergi naik sepeda. Dengan demikian, keinginannya untuk terus bergerak akan terpenuhi.

3. Terlibat dengan alam.

Dari pada melihat gambar, ajak anak ke kebun rumah dan biarkan ia menyentuh dan melihat langsung jenis tumbuhan yang Anda ingin perkenalkan pada anak. Atau jika Anda dapat meluangkan waktu, Anda dapat mengajak anak ke tempat wisata alam yang aman untuk anak-anak. Agar anak bukan hanya mengenal lingkungan rumah, tapi juga dapat mengenal lingkungan luar yang lebih luas. Biarkan anak mengeksplor pengetahuannya di alam terbuka dengan bebas. Biarkan anak berlari, melompat, dan berjalan kesana kemari dengan bebas. Agar kelebihannya tersalurkan.

4. Yuk, bikin kelas drama bersama anak.

Anak kurang tertarik jika harus duduk dan mendengarkan dongeng, namun akan berbeda ketika Anda memerankannya dengan gerak bersama anak. Misalkan anak memiliki cerita yang sangat disukai, ajak anak untuk menjadi tokoh tersebut. Dan lihat kemampuannya dalam mengekspresikan karakter tersebut.

5. Dukung hobi anak

Libatkan ia dalam kompetisi maupun seni pertunjukan yang juga akan mengasah kepercayaan dirinya. Misalnya anak hobi menari, Anda dapat mendaftarkannya dalam pertunjukan seni tari atau dalam kegiatan lomba. Atau anak Anda hobi olahraga, dukung terus hobinya dengan mengikuti lomba-lomba olahraga di sekolah.

6. Ajak anak dalam kegiatan yang memperbaiki atau membuat sesuatu

Ia akan belajar memecahkan masalah dengan cara belajar yang disukainya. Ketika Anda harus mengganti sprei dalam seminggu sekali, lakukan hal tersebut bersama anak. Walau terkesan sederhana, gerakan simple ini dapat melatih anak untuk memperlancar gerakan kinestiknya. Atau ketika Anda memperbaiki sepedanya, ajak anak untuk turut serta dalam memperbaikinya. Bukan hanya untuk melatih gerakan, namun juga melatih kemampuan berpikir anak ketika menghadapi masalah.

7. Libatkan anak dalam kegiatan ekstrakurikuler

Salurkan kecerdasan kinestetik anak dengan memilih kegiatan yang banyak mengandalkan fisik seperti karate, menari, futsal, basket, dan sebagainya. Kegiatan ini dapat membantu anak bersosialisasi dengan teman sebaya. Sebagian orangtua berpikir bahwa kegiatan ekstrakurikuler hanya akan mempersempit waktu anak dalam belajar. Namun sebenarnya tidak demikian. Justru anak-anak yang memiliki gerakan aktif, cenderung dapat belajar dengan fokus ketika keinginannya untuk bergerak telah terpenuhi. Jadi anak akan lebih mudah dalam belajar ketika hobinya tersalurkan.

8. Kenalkan konsep bentuk dengan gerak

Anak akan lebih mudah mengenali huruf dengan menggunakan gerakan, begitu juga dengan konsep panjang pendek yang dipraktekan dengan lengan. Gerakan kinestik tidak selalu berkaitan dengan aktivitas olahraga dan sebagainya. Anda dapat menyiasati waktu belajar anak dengan mengajaknya bergerak. Misalkan dalam menghafalkan huruf alphabet, Anda dapat membentuk huruf ‘A’ dengan mengerucutkan kedua tangan keatas agar lebih mudah diingat oleh anak.

9. Berikan ruang belajar yang variatif

Bebaskan anak memilih tempat dan gaya belajarnya seperti duduk di karpet, duduk di meja belajar, atau belajar di halaman rumah. Jika anak merasa bosan dengan suasana belajar yang itu-itu saja, Anda dapat mengajaknya keluar sejenak dengan mengikutsertakan anak dalam kegiatan field trip. Atau Anda sendiri dapat mengajak anak untuk pergi wisata edukasi anak-anak.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Jan 22, 2018

No Comments

Leave a Reply