tumbuh kembang anak - 7 Tahap Perkembangan Saraf Motorik Anak

7 Tahap Perkembangan Motorik Anak yang Wajib Diketahui

 

Pertumbuhan anak menjadi sesuatu yang sangat ditunggu orang tua. Bagaimana tidak, orangtua akan sangat senang dan bangga melihat perkembangan anak. Mulai dari bayi hingga balita, balita menuju anak-anak, anak-anak menuju remaja, dan remaja menuju dewasa.

Kali ini akan dibahas perkembangan motorik anak dari bayi hingga usia balita. Perkembangan motorik sangat penting karena berhubungan dengan pengendalian gerak tubuh yang terkoordinasi antara susunan syaraf, otot, otak, dan spinal cord.

Motor kasar berhubungan dengan gerakan otot besar yang menunjukkan kemampuan anak dalam berlari, melompat, duduk, dan lain sebagainya. Motorik halus berhubungan dengan gerak otot-otot kecil seperti jari-jemari tangan yang dapat dipelajari seperti memindahkan benda, mencoret-coret, dan menyusun balok. Berikut  7 tahapan perkembangan motorik anak yang wajib diketahui dan bagaimana cara mendukung perkembangannya:

1. Nol – tiga bulan

Memasuki usia 3 bulan, anak akan mulai belajar untuk mengangkat kepala dan dadanya dari lantai seperti melakukan “mini push-up”. Pada usia ini, si Kecil masih menggenggam erat jemarinya. Latih motorik halusnya dengan memberikan benda yang dapat digenggam atau memberikan sentuhan halus pada jarinya, atau menyilangkan tangannya untuk menguatkan otot lengannya.

2. Empat – enam bulan

Pada usia ini, anak mulai bisa memiringkan badannya ke sisi kanan dan kiri, tengkurap, menggulingkan badan, serta menggunakan tangannya untuk mendukungnya duduk. Motorik halusnya mulai berkembang dengan mulai mengeksplorasi mainan dengan mengenggam dan menggapainya. Latih perkembangannya dengan memberikan mainan ringan yang mudah digenggam.

3. Tujuh – sembilan bulan

Saat ini, anak sudah terlihat lebih kuat dengan kemampuan meraih mainan sendiri tanpa jatuh. Ia sudah bisa merangkak, duduk, dan belajar berdiri sendiri. Motorik halusnya terus berkembang dengan kemampuan menggapai mainan dengan dua tangan, serta mengambil benda yang lebih kecil dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Latih perkembangannya dengan memberikan mainan yang dapat bergerak atau berbunyi ketika digerakan.

4. Sepuluh – dua belas bulan

Tak terasa anak sudah memasuki usia 1 tahun. Saat ini, ia telah pandai mengangkat badannya untuk berdiri dan melangkahkan kaki untuk belajar rambatan atau merambat. Ia juga sudah mampu duduk tanpa dukungan di belakangnya dan memutar kepala tanpa kehilangan keseimbangan. Ia dapat mempertahankan keseimbangan dengan posisi duduk, saat melempar bola, dan bertepuk tangan sebagai perkembangan motorik halusnya. Latih perkembangan anak dengan sering mengajak anak berjalan singkat. Dengan demikian kemampuan kakinya saat menopang badan akan lebih kuat.

5. Satu – dua tahun

Refleks anak kini kian baik. Ia sudah mampu berjalan dengan baik, berjalan mundur, naik tangga, menarik dan mendorong benda berat, serta berdiri di kursi tanpa pegangan dan melempar. Begitu juga dengan kemampuan motorik halusnya seperti bisa menyusun menara dari balok, mencoret-coret, dan belajar melepas celana atau bajunya. Latih perkembangan anak dengan memberinya mainan puzzle sederhana dengan gambar menarik. Sehingga ia tertarik untuk menggerakan tangannya untuk menyusun puzzle tersebut.

6. Dua – tiga tahun

Pertumbuhan fisik anak kian kuat. Ia mampu menaiki tangga, menendang bola, membuka dan memakai pakaian sendiri, memungut dan membawa benda kecil dengan mudah. Ia juga sudah bisa diajak berkreasi karena mampu menggunting kertas, membuat lingkaran serta mencoret sesuai keinginan. Latih perkembangannya dengan sering-sering mengajak anak pergi liburan dan wisata bersama keluarga. Selain meningkatkan saraf motorik kasar, perkembangan saraf motorik halusnya juga semakin meningkat.

7. 3-4 tahun

Anak sudah bisa berjalan dengan mengayunkan tangan, mampu menuruni tangga dengan dua kaki. Ia juga sudah bisa berdiri di salah satu kaki selama 5-10 detik, melompat, dan memanjat. Motorik halus anak pun menunjukan kemajuan dengan pandai mengoleskan lem dengan rapi, meronce, menyusun puzzle, dan menuangkan cairan ke dalam botol dengan hati-hati. Anda dapat terus melatih perkembangannya dengan memberinya kegiatan lain selain PR dari sekolah. Misalnya mengajak anak untuk membuat catatan pribadi sepulang dari pergi wisata bersama keluarga. Disitu kemampuan dan kreativitas anak juga akan semakin meningkat.

 

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Jan 16, 2018

No Comments

Leave a Reply