liburan keluarga - Tips Merencanakan Liburan Keluarga yang Efektif

5 Tips Merencanakan Liburan Keluarga yang Baik dan Efektif

 

Banyak sekali saran dan tips yang luar biasa untuk merencanakan liburan dengan anak. Tapi seperti kebanyakan orangtua, karena padatnya rencana yang telah dibuat, anak-anak seringkali menjadi tidak nyaman dan tidak menikmati liburannya.

Beberapa anak ingin bersikap fleksibel, beberapa menginginkan rutinitas, dan ada pula yang benar-benar terlempar dari aturan.

Meski demikian, berikut lima cara untuk membuat waktu liburan Anda dan keluarga menjadi lebih menyenangkan dan nyaman:

1. Jangan membebani jadwal perjalanan

Biarkan semua orang yang ikut terlibat dalam kegiatan liburan bersama Anda memilih aktivitas. Jika Anda berlibur ke Bali untuk pertama kalinya, Anda pasti tergiur untuk mengunjungi seluruh pantai yang ada di Pulau Dewata tersebut. Bahkan Anda memasukan daftar restoran ternama ke dalam jadwal perjalanan Anda.

Rasanya perjalanan tersebut hanya akan membuang-buang waktu jika tidak pergi berkunjung ke tempat tersebut. Sebenarnya hal tersebut tidak disalahkan. Hanya saja, jangan sampai Anda hanya memikirkan kemana tujuan selanjutnya, dan tidak memikirkan apakah anak Anda nyaman berada di tempat tersebut atau tidak.

Penting juga untuk mengetahui kepribadian anak Anda untuk memastikan tempat yang Anda kunjungi merupakan tempat terbaik untuk menghabiskan liburan keluarga.

2. Lepaskan beberapa aturan dan berikan kebebasan

Peraturan di rumah dan peraturan saat liburan tentu berbeda. Anda tidak dapat memberlakukan peraturan di rumah ketika Anda sedang pergi berlibur.

Misalnya, peraturan rumah Anda, anak-anak tidak boleh menonton TV sampai larut malam karena harus pergi sekolah esok hari. Namun saat liburan, biarkan anak memiliki waktu menonton atau bermain lebih lama untuk menikmati waktunya selama liburan.

Biarkan diri Anda dan juga anak-anak merasa rileks. Jangan memaksakan semua aturan yang Anda simpan saat berada di rumah. Setelah liburan berakhir, barulah Anda dapat memberlakukan peraturan itu kembali.

Jika Anda dapat melihat bahwa segala sesuatunya kembali normal setelah liburan berakhir, anak-anak telah menikmati liburan sebagai waktu yang menyenangkan.

3. Tanggung jawab kepada tas dan barang pribadi

Hal ini harus jelas mengenai siapa yang bertanggungjawab atas tas atau barang milik sendiri. Kemudian bersiaplah untuk membawanya semua sendiri. Pengalaman dari orangtua yang telah menerapkan hal ini: anak telah diatur untuk membawa tasnya sendiri dan tidak kehilangan apapun dalam perjalanan atau di pesawat.

Namun jika anak Anda masih terlalu kecil untuk tugas tersebut, Anda dapat menyiasatinya dengan menyiapkan sebuah ransel kecil. Setidaknya latihlah mereka untuk bertanggung jawab atas barangnya sendiri. Anda dapat menugasi anak untuk membawa mainan atau bonekanya dalam ransel. Dan jika mainan atau boneka tersebut hilang, semua tanggung jawab anak Anda karena anak yang memiliki barang tersebut.

Jika tidak, Anda hanya akan merepotkan diri Anda sendiri dengan membawa semua orang dan semua barang.

4. Jangan menyamakan pola tidur saat di rumah

Pikirkan jenis akomodasi apa yang paling cocok dan sesuai untuk keluarga Anda. Kamar dan tempat penginapan di hotel dapat menjadi hiburan yang menyenangkan, namun setiap orang yang berbagi kamar dapat mengganggu saat tidur.

Biaya tambahan akan dikenakan jika Anda menggunakan layanan kamar tambahan, dan Anda hanya akan membuang biaya untuk itu. Anda tidak terlalu membutuhkan itu.

Banyak keluarga yang beralih pada pelayanan kamar apartemen atau cottage agar waktu tidur tidak terganggu dengan anggota keluarga lainnya. Lalu, apa bedanya saat Anda di rumah dan sedang liburan?

Waktu liburan digunakan untuk terus bersama, masing-masing anggota keluarga. Anda tidak dapat merasakan waktu tidur bersama seluruh anggota keluarga di rumah. Walaupun Anda sedikit terganggu dan tidak nyaman, itulah tujuan Anda berlibur bersama keluarga, yaitu kebersamaan.

5. Perhatikan keperluan anak Anda

Kebanyakan orangtua terlalu senang dan gembira ketika merencanakan perjalanan bersama anak. Dan mereka melupakan keperluan anak yang paling mendasar, dan justru membawa hal yang tidak terlalu dibutuhkan.

Jika anak Anda memiliki kebiasaan untuk tidur hanya dengan bantal atau boneka tertentu, apakah Anda akan membawanya saat berlibur? Kebanyakan Anda berpikir pasti harus membawanya, daripada anak tidak dapat tidur di tempat baru.

Hal ini tidak dapat disalahkan, namun tidak sepenuhnya tepat. Karena hal tersebut bukanlah keperluan yang prioritas.

Anda harus memilih mana yang prioritas dan tidak. Jika barang bawaan Anda sudah terlalu banyak dengan mainan dan barang anak Anda, Anda harus memilih kembali barang apa saja yang diperlukan dan tidak.

Penting untuk diingat bahwa Anda harus selalu membawa cemilan dan kudapan untuk anak Anda. Anda tidak tahu berapa lama waktu perjalanan yang akan ditempuh. Untuk berjaga-jaga, bawalah selalu cemilan di tas atau ransel anak.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Nov 30, 2017

No Comments

Leave a Reply