pendidikan anak - Pentingnya Mengajarkan Anak Menggunakan Internet dengan Baik

5 Hal Penting yang Harus Diajarkan Kepada Anak Mengenai Penggunaan Internet Secara Aman

Sebagai orangtua, sudah merupakan tugas dan tanggung jawab kita untuk mengajarkan anak segala hal yang ada dalam hidup. Mulai dari hal sederhana sampai masalah kompleks sekalipun. Perubahan jaman menyebabkan sedikit perbedaan antara orangtua dulu dengan sekarang. Dulu, orangtua takut anak-anak tidak belajar karena menonton tayangan animasi kartun.

Sekarang, orangtua takut anak-anak tidak belajar karena terlalu lama berselancar di dunia maya. Namun pada jaman serba digital seperti sekarang, orangtua tidak mungkin membatasi penggunaan teknologi dalam kehidupan. Tidak membatasi bukan berarti tidak mengajarkan bagaimana cara menggunakannya dengan bijak dan aman. Tugas orangtua ialah mengajarkan dan memastikan anak menggunakan internet dengan baik.

Kemajuan teknologi membawa berbagai dampak dalam kehidupan, baik positif maupun negatif. Di sisi positif, kita dapat melihat bahwa mudahnya internet membawa informasi secara cepat. Arus informasi seakan tidak ada batasnya.

Di sisi negatif, teknologi mempermudah pelaku kejahatan melakukan aksinya. Penipuan dan manipulasi sering terjadi secara online.

Media baru menjadi salah satu kemajuan teknologi yang ramai digunakan, termasuk anak-anak. Tak jarang anak-anak memiliki akun Facebook atau Twitter. Dengan berkembangnya pengguna media sosial, diantaranya anak-anak, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orangtua. Mengingat angka kejahatan dunia maya (cyber crime) juga meningkat seiring bertambah majunya teknologi. Namun Anda tidak bisa terus menerus mendampingi anak ketika mereka menggunakan media.

Anda harus mengajarkan bagaimana menggunakannya secara aman. Mengajarkan anak-anak untuk menggunakan media online secara aman tidaklah mudah mengingat usia mereka yang masih kecil. Anda harus dapat menyampaikannya dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak.

Jika Anda merasa ragu apa saja yang perlu diajarkan kepada anak, amati tips berikut:

1. Tekankan pentingnya keamanan passwords

Ketika Anda mengijinkan anak menggunakan media sosial, pastikan mereka memiliki password yang aman. Pertama, hindari penggunaan password yang menggunakan tanggal lahir, nama lengkap, nama panggilan, dan hal lain yang mudah ditebak. Untuk meningkatkan keamanan, ajari anak untuk menyusun password yang terdiri dari kombinasi huruf dan angka. Kedua, jangan berikan password akun kepada oranglain kecuali orangtua. Ajarkan anak untuk menjaga password hanya untuk dirinya sendiri dan orangtua. Ketiga, hindari menulis password di notes.

Biasanya anak sulit untuk mengingat passwordnya. Oleh karena itu ajarkan anak untuk memberitahu password kepada Anda daripada menulisnya di notes. Terakhir, ubah password secara berkala, misalnya sebulan atau dua bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari akun dari kejahatan. Selain itu, dengan mengganti password secara berkala mengajarkan anak untuk disiplin.

2. Amankan data pribadi

Akun media sosial menawarkan fasilitas untuk mengisi data informasi yang dimiliki pengguna. Anak-anak masih terlalu kecil untuk memisahkan mana data pribadi atau bukan. Mengisi akun dengan informasi pribadi merupakan kesalahan besar. Ajarkan anak untuk menghindari menuliskan informasi pribadi dalam akunnya. Misalnya seperti nomor telepon, alamat rumah, nama sekolah, dan lain-lain. Dari informasi pribadi, orang akan lebih mudah mengetahui informasi pribadi anak dan juga kegiatannya. Ajarkan anak untuk berhati-hati dan memilah informasi.

Selain itu, penting diingatkan kepada anak untuk berhati-hati dalam mengunggah sesuatu di akun media sosial agar tidak berbau informasi pribadi. Karena sekalipun telah dihapus, telah dilihat pula oleh orang lain. Jadi penting untuk selalu berhati-hati.

3. Waspada terhadap situs yang tidak dikenal

Internet tidak selalu dipenuhi dengan informasi yang mendidik. Terkadang muncul situs-situs tidak dikenal. Ajari anak untuk waspada terhadap situs tersebut. Tak jarang situs tidak kenal meminta untuk mengunduh aplikasi, memasukan alamat email, dan lain-lain. Hindari untuk melakukan apa yang diminta situs tersebut. Ajarkan anak untuk langsung menutup situs dari sumber yang tidak jelas. Hal ini untuk meningkatkan keamanan anak dalam menggunakan media.

4. Hindari percakapan dengan orang tidak dikenal

Akun media sosial menyediakan layanan chatting dengan pengguna lain. Kita sebagai orang dewasa seringkali mendapat pesan dari orang tidak dikenal. Ketika orang dewasa pun tidak ingin melakukan percakapan dengan orang tidak kenal, begitupun anak Anda.

Ajarkan anak untuk tidak mengirim atau membalas pesan dari orang tidak dikenal. Seperti dalam dunia nyata, ketika Anda mengajarkan anak untuk berhati-hati terhadap orang asing. Begitupun dalam dunia maya, untuk tetap berhati-hati terhadap orang asing. Karena dunia maya dapat menghubungkan orang yang tidak saling kenal satu sama lain.

5. Dampingi pada saat penggunaan pertamanya

Pada saat anak baru belajar berjalan, orangtua harus mendampingi anak-anak. Sama halnya ketika Anda memberikan kepercayaan kepada anak untuk menggunakan media sosial. Dampingi mereka dan ajarkan hal-hal dasar yang perlu diketahui. Beri anak-anak kepercayaan untuk menggunakan media sosial dengan bijak. Ajarkan anak untuk percaya juga kepada Anda agar anak dapat datang kepada Anda dengan membawa pertanyaan kapanpun.

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Sep 18, 2017

No Comments

Leave a Reply