10 Museum Di Bandung yang Wajib Dikunjungi Untuk Liburan Akhir Pekan

Ada berbagai wisata yang bisa ditemukan di Bandung. Dari wisata alam terbuka, wisata edukasi, hingga wisata museum yang sangat mendidik.

Namun, di Bandung tidak terdapat wisata pantai. Tapi terdapat berbagai sungai, kawah, pegunungan, dan wisata menarik lainnya. Salah satunya adalah destinasi wisata edukasi berupa museum-museum yang dapat memberikan pengunjung informasi baru.

Bandung memiliki beragam museum yang tersebar di seluruh penjuru kota Bandung. Jika Anda berkunjung ke Bandung, jangan lupa untuk mengunjungi salah satu museum yang ada di sana. Berikut daftar museum terbaik yang ada di Bandung:

1. Museum Pos Indonesia

Museum Post Indonesia awalnya dibuka pada tahun 1931 dan diberi nama Museum Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT). Pada saat itu, sebagian besar koleksinya berupa perangko yang berasal dari dalam dan luar negeri. Namun, selama perang dunia ke II museum ini menjadi tidak terawat dengan baik.

Hingga pada 27 September 1983, museum ini mengalami pembaharuan dan diresmikan oleh MENPARPOSTEL. Saat ini, koleksi-koleksi yang ada di Museum Pos Indonesia bukan hanya perangko melainkan seluruh benda-benda yang berkaitan dengan sejarah pos dari masa ke masa.

Koleksi tersebut berasal dari masa Kompeni dan Bataafsche Republi selama tahun 1707-1803, masa pemerintahan Daendels pada 1808-1811, masa pemerintahan inggris pada 1811-1816, masa pemerintahan Hindia Belanda pada 1866-1942, masa Jepang pada 1942-1945, dan masa kemerdekaan. Museum Pos Indonesia terletak di sebelah kanan Gedung Kantor Pusat PT. Pos Indonesia, terletak di Jl. Cilaki 73, Bandung.

2. Museum Wolff Shoemaker

Museum Wolff Schoemaker atau yang lebih dikenal dengan Museum Hotel Preanger adalah museum yang berlokasi di Jl. Asia Afrika no 81, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Tepatnya museum ini berada di dalam Hotel Preanger, diresmikan pada 25 November 2013.

Didedikasikan kepada seorang arsitektur bangunan tua bergaya Art Deco di Bandung, yakni Prosper Wolff Schoemaker. Pada museum ini terdapat foto dan keterangan mengenai karya-karya Wolff Schoemaker. Museum ini juga memberikan informasi mengenai sejarah dari Grand Hotel Preanger dari tahun 1897 hingga saat ini.

Selain itu terdapat beberapa benda-benda yang pernah digunakan oleh bintang-bintang ternama seperti kursi yang diduduki oleh Charlie Chaplin ketika menginap di Hotel Preanger. Terdapat juga koleksi telepon-telepon kabel yang dulu pernah digunakan pada hotel ini.

3. Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika adalah sebuah memorabilia Konferensi Asia Afrika yang pertama kali diselenggarakan pada 18 samapi 24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat. Museum ini awalnya dibangun atas ide dari Prof. Dr, Mochtar Kusumaatmadja yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, atas keinginan pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

Atas ide tersebut, kemudian diresmikanlah Museum Konferensi Asia Afrika pada 24 April 1980, bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika. Pada Museum ini terdapat replika konferensi, lengkap dengan bendera-bendara negara yang menghadiri, patung-patung dan lain sebagainya.

Museum ini terletak di Jl. Asia Afrika No. 65, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Merupakan bangunan tua yang masih dipertahankan kekokohannya, memiliki luas sekitar 7500 meter persegi.

4. Museum Kereta Api

Museum Kereta Api adalah tempat di mana pengunjung bisa menemukan koleksi-koleksi berupa foto, arsip, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan sejarah perkeretaapian yang ada di Indonesia. Contohnya seperti mesin pembuat karcis, alat komunikasi telegraf, telepon kayu, dan alat kalkulasi odhever.  Museum Kereta Api memiliki nama lain yakni Graha Parahyangan.

Museum Kereta Api berada di Jl. Dayang Sumbi No. 10, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Museum ini dibuka pada 21 Juni 2010. Mesin pembuat karcis uang ada di museum ini telah dipakai oleh PT. KA sebagai alat mencetak tiket dan sudah dipakai selama 100 tahun lebih.

Selain memajang benda-benda yang berkaitan dengan sejarah kereta api, di museum ini pengunjung juga bisa melihat semua ilustrasi stasiun-stasiun kereta yang ada di Pulau Jawa.

5. Museum Barli

Museum Barli adalah Museum yang didedikasikan untuk seorang pelukis asal Bandung yakni Barli Sasmita. Di museum Barli Anda dapat melihat lukisan-lukisan Barli yang memiliki berbagai aliran seperti aliran realism, impresionisme, dan ekspresionisme. Pada museum ini terdapat seluruh kaya seni ciptaan Barli dari awal ia mulai melukis hingga meninggal.

Barli Sasmita sendiri adalah seorang aktris yang dilahirkan di Bandung, 18 Maret 1921, ia adalah seorang illustrator, dosen, dan pelukis. Ia dikenal sebagai seorang guru sekaligus pendidik yang berperan penting dalam lahirnya pelukis-pelukis muda berbakat, lewat Studio Ranggagempol.

Museum Barli terletak di Bandung, lebih tepatnya di Jl. Prof. Dr. Sutami 91. Didirikan pada tanggal 26 Oktober 1992, dan diresmikan oleh MENPARPOSTEL. Saat ini, Museum Barli telah menjadi salah satu pusat perkembangan seni rupa modern di Indonesia.

6. Museum Puspa IPTEK Kota Baru Parahyangan

Museum Puspa IPTEK adalah sebuah tempat yang menawarkan beragam permainan IPTEK yang edukatif dan interaktif untuk segala usia. Uniknya dari museum ini adalah terletak pada bangunannya yang menyerupai jam matahari raksasa. Saking besarnya, museum ini dinobatkan sebagai jam matahari terbesar di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Selain itu, gedungnya juga dinobatkan sebagai jam matahari vertical dan horizontal pertama di Indonesia oleh MURI. Museum ini berada di Jl. Raya Padalarang No. 427. Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Museum Puspa IPTEK diresmikan pada 11 Mei 2002.

7. Museum Geologi

Museum Geologi adalah sebuah museum yang menampilkan informasi mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan materi geologi seperti fosil, batuan, mineral, dan lain sebagainya yang keseluruhannya dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak tahun 1850 hingga saat ini.

Didirikan pada 16 Mei 1928. Museum ini telah mengalami renovasi dengan dana bantuan dari Japan Internasional Coorperation Agency (JICA). Setelh renovasi, museum Geologi kemudian dibuka kembali dan pembukaannya diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarno Putri pada 23 Agustus 2003.

Museum ini terletak di Jl. Dipenegoro No. 57, Cihaurgeulis, Cibeunyi Kaler, kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

8. Museum Pendidikan Nasional

Museum Pendidikan Nasional diresmikan pada 2 Mei 2015 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Lokasinya berada di kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Lebih tepatnya Museum ini berada di Jl. Dr. Setiabudi No.229, Bandung, Jawa Barat.

Museum Pendidikan Indonesia tidak hanya memberikan informasi tentang sejarah pendidikan, namun juga memberikan penerawangan tentang wacana pendidikan di masa depan. Yang unik dari museum ini terdapat pada arsitektur bangunannya, dimana pada dinding luarnya terdapat ukiran batik yang bisa menampilkan keindahan yang melebihi ekspektasi.

Selain itu, pada bagian dalam ruangan, pengunjung akan berjalan melingkar guna mengelilingi, melihat koleksi yang ada di museum ini. Jika terus berjalan, tanpa disadari pengunjung sudah bukan lagi berada di lantai 1 melainkan berada di lantai lainnya.

9. Museum Sri Baduga

Museum Sri Baduga adalah Museum yang menyimpan sejarah kebudayaan masyarakat suku Sunda di Jawa Barat pada zaman dahulu, serta peninggalan jejak-jejak kerajaan Padjajaran. Selain itu, gedung bangunan museum ini juga menyerupai rumah adat dari Jawa Barat.

Museum Sri Baduga awalnya dibangun pada 1974 namun diresmikan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada 5 Juni 1980, dan diberi nama Museum Negeri Provinsi Jawa Barat. Museum ini telah beberapa kali mengalami proses renovasi, namun bentuk dari bangunannya tidak ada yang diubah. Hingga pada tahun 1990 museum ini berganti nama menjadi Museum Sri Baduga.

Museum Sri Baduga terletak di Jl. B.K.R. 185/ Jl. Lingkar Selatan, Bandung, Jawa Barat. Berhadapan langsung dengan lapangan bersejarah Bandung yakni lapangan Tegalega. Selain itu, Museum Sri Baduga juga lokasinya sangat dekat dengan Monumen Bandung Lautan api.

10. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Museum Mandala Wangsit Siliwangi adalah museum yang menyimpan koleksi-koleksi senjata yang digunakan pada saat perang penduduk Indonesia melawan koloni Jepang, seperti bedug simarame, senjata laras panjang, dan pistol. Selain itu, museum ini juga menyediakan informasi mengenai sejarah peristiwa terjadinya Bandung Lautan Api pada tanggal 24 Maret 1946 di Bandung.

Terdapat juga sejarah peristiwa peracunan pada tanggal 17 Februari 1949. Museum ini dibangun pada tahun 1910-1915, awalnya merupakan kediaman bagi perwira Belanda, namun pada 1949-1950 tempat ini diambil alih oleh Pasukan Siliwangi dan dijadikan sebagai markas. Hingga pada 23 Mei 1966 bangunan tersebut dijadikan museum dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.

 

About the Author

By rachel / Editor, bbp_participant

Follow rachel
on Apr 24, 2018

No Comments

Leave a Reply